Awas Lebah!!!!

OLYMPUS DIGITAL CAMERAKali ini saya pingin ngomongin bukan soal lebah yang ini

https://i0.wp.com/www.batzner.com/media/1061/hornet-md.jpg

Bukan juga yg ini

f-18-super-hornet-wallpaper-wallpaper-1
F/A-18 Super Hornet(Hornet artinya lebah)

Tapi sebuah sistem yang saya pikir seperti sebuah gerombolan lebah. Perdix drone, itulah yang saya sebut sebagai gerombolan lebah.

Januari 2017 Pentagon mengumumkan bahwa mereka berhasil meluncurkan 103 drone dari sebuah F/A-18 Super Hornet. Mereka mengumumkan bahwa ‘gerombolan’ drone itu bukanlah beberapa drone yang diprogram untuk terbang bersama, tapi merupakan gerombolan drone dengan satu ‘otak’ yang mengendalikan semuanya.

3c05863d00000578-4105554-the_test_of_the_world_s_largest_micro_drone_swarm_in_california_-a-2_1484056505119
Pod untuk meluncurkan Perdix

Sebelumnya pada pertengahan Juni 2015, sebuah F-16 Fighting Falcon lepas landas dari sebuah pangkalan udara di Alaska dan terbang ke sebuah military trainng range pada kecepatan 370knot. Tak lama kemudian drone keluar dari flare dispenser pesawat ini.

Perdix merupakan karya terakhir dari sebuah organisasi bentukan Pentagon yang bernama Strategic Capabilities Office yang dibentuk pada 2012.Drone ini berukuran 16cm. Berwarna oranye-hitam.

1484317130276960-png
Display pada perangkat saat demonstrasi peluncuran Perdix

Kemampuan spesifik dari drone ini dirahasiakan sampai sekarang. Tetapi, setidaknya kita bisa menebak apa yag dapat dilakukan alat mengagumkan ini. Menurut majalah Combat Aircraft Mei 2016, drone ini berkemampuan melaksanakan misi mata-mata dan jamming pertahanan udara musuh. Menurut DNews, drone ini dapat melakukan jamming terhadap jaringan komunikasi musuh, membuat jaringan komunikasi ad-hoc, membawa bahan peledak, melakukan jamming terhadap radar musuh, dan bahkan menyerang seseorang. Menurut Washington Post, drone ini dapat digunakan untuk mengcaukan pasukan musuh ataupun dan melakukan pangintaian dengan biaya lebih murah daripada drone yang beroprasi saat ini.

Drone ini awalnya dibuat oleh mahasiswa di MIT pada 2011. Lalu, pada tahun 2014, sebuah tim beranggotakan 26 orang oleh Strategic Capabilities Office di Virginia, yang dipimpin oleh William Roper, memulai eksperimen Perdix. Penerbangan di Alaska merupakan pertama kalinya Perdix diluncurkan secara massal. Sebanyak 72 drone diluncurkan pada latihan yang bertajuk ‘Northern Edge’ di bulan Juni 2015.

150616-f-ue455-418
F-16 pada Northern Edge 2015

Drone ini diproduksi dengn teknologi 3D printing dari bahan kevlar dan serat karbon. Ditenagai baterai lithium-ion, seperti yang ada di telepon seluler. Drone ini bisa diluncurkan dari flare dispenser biasa. Tiap pesawat sekelas F-16/F-18 dapat membawa 30 drone, dengan asumsi semua tempat di flare dispenser (AN/ALE-47) dihuni ‘lebah’ ini, dan tidak membawa pod flare tambahan.

index
MALD

Drone yang melakukan pekerjaan yang sama dengan Perdix, saat ini, berukuran 10 kaki, dan berharga 300.000 USD per unit (ADM-160B MALD), sedangkan biaya inovasi Perdix selama 2 tahun hanya memakan biaya 20 juta USD, yang menghasilkan drone yang jauh lebih murah.

Jadi, untuk lebih faham, lihat video ini

Sumber :- (David Axe)Combat Aircraft ,Mei 2016.

-DNews

HawkbitAlpha

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s